Pembelajaran Jarak Jauh saat Pandemi Covid-19 sudah berlangsug sejak bulan Maret 2020. Kejadian luar biasa sepanjang sejarah pendidikan di seluruh dunia. Hari-hari berlalu, namun keadaan semakin membahayakan untuk diadakannya pembelajaran secara tatap muka pada tahun ajaran baru Langkah-langkah pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19 sudah tepat. Tahun ajaran baru dilaksanakan sesuai kalender pendidikan, Istimewa, kelas baru , siswa baru namun tidak bertatap muka. Pembelajaran dilaksanakan secara daring dengan istilah Belajar di Rumah.
Corona
Virus Disease atau COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi
pada 11 Maret 2020,suatu penyakit yang mewabah pada hampir seluruh negara di
dunia. Penyebaran virus inisangat
cepat dan tercatat 185 negara di dunia terjangkit COVID-19 (CSSE, 2020).
WorldHealth
Organization merekomendasikan salah satu langkah penyebaran COVID-19
adalahdengan
menerapkan pembatasan perjalanan,sering mencuci tangan,
karantina, pembatasan jam malam, pengendalianbahaya di tempat kerja, dan penutupan fasilitas
umum. tan
RepublikIndonesia
tanggal 16 Mei 2020
melaporkan sudah ada 17.025 pasien tersebar
di 27 provinsi
di Indonesia. Kasus baru terbanyak
tercata di Jawa Timur, yaitu 184 kasus
(https://nasional.kompas.com).
Kebijakan pemerintah daerahmemberlakukan
pembatasan social, meliburkan sekolah maupun perkuliahan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona
yang sangat cepat mewabah.
Pandemi ini menyebabkan gangguanyang parah pada berbagai bidang sosial mapun ekonomi. Bidang pendidikan pun mengalamigangguan yang cukup signifikan. Sekolah ditutup, baik secara nasionalatau skala lokal di beberapa negara terjangkit COVID-19.
Social
distancing yang dilakukan oleh pemerintah daerah sangat
berdampak pada kondisipembelajaran
di sekolah.
Pembelajaran harus tetap terlaksana gunamemenuhi kegiatan belajar nemgajar. Solusi
yang ditawarkan saat ini dengan melakukanpembelajaran dalam jejaring (daring) atau online learning dari
rumah masing-masing. Guru sebagai salah satu komponen pada pendidikan dasar harus mampu memfasilitasi siswa untuk melaksanakan pembelajaan,
penyampaian materi bahkan sistem penilaian.
Pembelajaran
daring merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi, dimana siswa mencoba untuk mengatasi beberapa tugas dan pengambilan
keputusan pada setiapwaktu.
Salah satu tujuan pembelajaran online adalah untuk memaksimalkan
keputusan yangtelah
dibuat siswa secara online
dengan diberi pengetahuan tentang jawaban yang benar daninformasi tambahan yang dapat diakses kapan
saja (Hoi et al., 2018). Hal menguntungkan daripeserta didik yang berinteraksi dalam program online,
salah satunya dapat meningkatkankinerja peserta didik. Siswa dapat dengan mudah
melakukan diskusi yang berfokus pada topikpembelajaran seperti kelas tradisional (Davies
& Graff, 2005). Karakteristik yang palingmenonjol dari pembelajaran online adalah
memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi guru dan siswa terutama untuk menentukan jadwal belajar online
dengan tidak mementingkanlokasi
(Bower et al., 2015).
Pada
proses pembelajaran online, berbagai platform dapat digunakan
secara efektif baikitu
berupa aplikasi, website, jejaring social ataupun learning
management system (LMS).Berbagai
platform yang tersedia digunakan untuk membantu memfasilitasi
pembelajaranseperti
sebagai media penyampaian materi, asesmen, ataupun untuk sekedar mengumpulkantugas. Aplikasi yang digunakan selama melaksanakan
pembelajaran online adalah jejaring social Whatsapp, Google Classroom
dan sebagai referensi diambil dari laman You tube, Google, TVRI.
Pembelajaran
online tentunya akan kurang bermakna tanpa sinergitas strategi dan model pembelajaran yang tepat. Salah satu penerapan
yang dapat memadukan pembelajaran online adalah pembelajaran berbasis proyek ( Project Based Learning).
Komponen utama pembelajaran berbasis proyek adalah mengajukan pertanyaan atau
masalah yang disajikan untuk menyusun dan memulai aktivitas yang menekankan
kepada sejumlah proyek sampai didapatkannya hasil akhir berupa produk sebagai
rangkaian aktivitas komunikasi individu atau berbagai hasil tugas yang menjawab
pertanyaan. Sehingga melaui pembelajaran berbasis proyek memberikan peluang
kepada peserta didik untuk mempelajari konsep secara mendalam sekaligus juga
dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Sebagaimana yang dinyatakan
Sucilestari dan Arizona (2018) pembelajaran berbasis proyek merupakan
investigasi mendalam tentang sebuah topik dari dunia nyata. Proyek yang
dirancang dengan baik meminta peserta didik untuk mengatasi masalah nyata dan
isu-isu penting yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam proses
pembelajaran. Dengan demikian, proyek-proyek yang dibangun peserta didik
berdasarkan pengamatan terhadap permasalahan dunia nyata di sekitar mereka yang
akan memberikan kebermaknaan bagi mereka. Berdasarkan hal ini perlu adanya
pembelajaran yang efektif diterapkan terhadap peserta didik untuk meningkat
kompetensi mereka. Terlebih lagi akibat dari dampak pandemik Covid-19 yang
melanda sehingga pembelajaran tidak berjalan maksimal karena harus tetap di
rumah dan menerapkan physical distancing. Sehingga pembelajaran online berbasis
proyek kelas 5 Tema 9 Subtema
3 yaitu membuat larutan senyawa homogen Hand Sanitizermenjadi
salah satu solusi terhadap masalah yang dihadapi untuk menjawab permasalahan
ini.